CARAPANNDANG – Pengamat politik, Adi Prayitno merespon pernyataan yang disampaikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka soal bonus demografi yang disampaikan melalui kanal YouTube resminya.
Menurut Adi , narasi yang disampaikan Gibran tidak lebih dari daur yang sudah sering disuarakan para pemimpin sebelumnya.
“Kalau mau jujur sebenarnya bicara tentang bonus demografi itu kan hanya sebatas daur ulang," katanya melalui kanal YouTube miliknya, Selasa 22 April 2025.
Adi menyampaikan bahwa isu pentingnya anak muda sebagai motor perubahan sudah lama menjadi retorika para pemimpin, termasuk seperti yang disampaikan proklamator kemerdekaan Soekarno atau Bung Karno.
"Berikan saya 10 pemuda, akan ku guncangkan dunia,” kata Adi menirukan kalimat Presiden Pertama Republik Indonesia.
Maka menurutnya pernyataan Gibran hanya mengulang semangat itu tanpa menawarkan perspektif atau solusi segar.
Analis politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu mengatakan bonus demografi yang diperkirakan mencapai puncaknya pada 2030 hingga 2045, memang menjadi peluang besar bagi Indonesia. Tapi, kata Adi melanjutkan peluang tersebut hanya bisa dimanfaatkan jika ada strategi konkret dalam menyiapkan generasi muda dan bukan sekadar jargon belaka.
“Itu mesti dipersiapkan secara matang supaya Indonesia kompetitif menjadi bangsa yang besar dan tentu saja ingin menuju Indonesia emas," dimikian Adi.