Amerika Serikat merupakan salah satu mitra dagang terbesar Jepang. Pengenaan tarif yang lebih tinggi pada produk ekspor Jepang ke AS berpotensi memberikan pukulan terhadap ekonomi Jepang yang bergantung pada ekspor.
Kekhawatiran semakin meningkat terkait dampak dari tarif otomotif AS terhadap perusahaan-perusahaan Jepang, seperti Toyota Motor Corp.
Ketika ditanya apakah Jepang akan mengambil tindakan balasan, Muto mengatakan bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan berbagai opsi dan akan memilih langkah terbaik untuk melindungi kepentingan nasional.
Namun, Hayashi menolak untuk mengungkapkan strategi yang sedang dipertimbangkan Tokyo.
Jepang selama ini menekankan kontribusi investasi negara tersebut terhadap perekonomian AS dalam upaya mendapatkan pengecualian tarif.
Sebagai pendukung perdagangan bebas, Jepang juga berperan dalam menyelamatkan negosiasi perjanjian perdagangan bebas Trans-Pasifik setelah AS menarik diri pada masa jabatan pertama Trump.
Dalam pembicaraan dengan Lutnick, Muto menyatakan bahwa kebijakan perdagangan seharusnya memberikan manfaat bagi kedua negara, baik Jepang maupun AS.
Sementara itu, Perdana Menteri Shigeru Ishiba telah menginstruksikan Kepala Kebijakan Partai Demokrat Liberal (LDP) Itsunori Onodera untuk mempertimbangkan langkah-langkah yang diperlukan guna menghadapi penerapan tarif AS tersebut.